Kemarin ada temanku yang minta sharing cerita perjalanan usahaku. Katanya dia juga mau buka usaha, dll..
Memang banyak juga yang minta cerita, dll. Ga akan cukup satu kali aku cerita.. Sambil jalan aja, ya...

Saat ini aku punya usaha : bonekatangan.com, kostumanak.com, musikangklung.com, dan bbrp toko sampingan lainnya. Usahaku baru berjalan satu tahun lebih. Awal mulanya 2tahun lalu, aku ingin beli boneka tangan untuk anakku, Nada. tapi cari agak susah, modelnya juga sedikit banget variasinya, dan yang paling gimana gitu..adalah harganya mahal.

Aku kebetulan suka banget boneka tangan karena mungkin basic-ku di PGTK dan pendidikan anak. Padahal aslinya aku sarjana pendidikan Kimia UPI..Klo temen2 yang ga tau aku kuliah lagi, pasti heran kenapa aku jadi bisnis boneka, bukannya ngajar. Tapi itu pilihanku.Jadi dosen di PGTK dan bisnis.

Nah..lanjut. Aku ingin banget buat : "Boneka tangan lucu, variatif, bermanfaat, dan yang pasti harga murah!" Itu aja konsep awalnya.

Mulai deh aku coba tanya ke produsen boneka di deket rumah, karena sentra boneka kan di Sayati, dekat rumahku. Dengan modal awal 250ribu, aku coba buat boneka tangan dengan berbagai bentuk binatang, Alhamdulillah laku aku jual ke teman-temanku di PGTK. Tapi yang bingung ketika akan order lagi, tempat produksinya selalu penuh, sedangkan aku pesan tidak banyak karena modal terbatas, padahal aku yakin Insya Allah peluangnya sangat besar karena memang belum ada yang membuat dengan banyak variatif.

Aku berdoa, tahajud, minta petunjuk agar bisa jalan usaha boneka tangan ini. Alhamdulillah, Subhanallah Allah memberi petunjuk untuk terus membangun produksi boneka tangan dengan harga terjangkau, model bervariatif. Awalnya aku jualan ke TK-TK, keliling.. Kadang jalan, kadang naik motor pinjaman atau motor suami kalau tidak dipakai.. dan aku jualan sambil membawa Nada (anakku yang saat ini belum bisa berjalan, sekarang 2.5tahun). Panas-panas, berat.. Allahu Akbar kalau ingat perjuangannya. Tapi Alhamdulillah setiap TK yang aku kunjungi membeli (entah kasian karena aku bawa baby... :) ). Semua bilang mereka mencari dan sulit.

Alhamdulillah aku tidak lama offline, lalu jual online. Site pertamaku:
dari site itu, Alhamdulillah lumayan orang mulai mengenal, dengan produk masih buatan orang lain. Hingga temanku di detik.com meliput boneka tanganku karena memang baru. Lama-kelamaan kita produksi sendiri, desain aku sendiri.
kemudian aku buat Multiply:
kemudian buat co.cc : www.bonekajari.co.cc (tapi sudah habis berlakunya, tidak dilanjutkan karena agak ribet)
kemudian buat
dan beberapa blog
Alhamdulillah orang semakin mengenal.. dari bahan dan model yang terus kita perbaiki.
hingga Trans TV, Global TV, media lain Alhamdulillah tertarik untuk meliput, menggunakan produk-produk kita.

Alhamdulillah dari boneka tangan, aku kembangkan ke kostum anak, karena memang banyak yang mencari juga aneka kostum binatang dengan bahan bulu tapi harga terjangkau, bisa pesan sesuai keinginan juga. Dari kostum binatang, baru beberapa bulan ini dikembangkan ke kostum aneka putri, profesi, apapun kostum Insya Allah kita usahakan. Selanjutnya kita buat

Memang suka dukanya di dunia online ada saja.. Terutama produk kostum, karena sering kali mendadak, dst.. Lumayan juga kalau dibilang stress dengan jadwal karena kostum mau dipakai.. tapi menikmati :)

Kalau bicara omzet, Alhamdulillah.. walau masih kalah dengan toko OL lain.. Alhamdulillah berapa kali, berapa belas kali, atau berapa puluh lipat dari gaji PNS, ya.. :) Rahasia, ya.. :) (maaf.. karena banyak sekali org yg bertanya knp ga jadi PNS guru Kimia saja..) Yang pasti Alhamdulillah.. bisa bisnis di rumah, bisa masak, bisa menyusui anakku hingga 2tahun, bisa ngajar, bisa urus suami, bisa belanja, eh2.. dll..Katanya enakan 'pas-pasan', ya.. Pas butuh pas ada.. :)

So.. peluang besar bagi siapapun, ibu-ibu yang bingung mencari tambahan.. Ayo.. berapa banyak TK/ PAUD/keluarga di sekitar kita????


Hari Kamis minggu lalu, tepat sehari sebelum Idul Adha, aku jatuh dari motor.
Ceritanya, memang hari itu..Malah udah beberapa hari aku agak aneh naik motor..Mungkin lelah juga. Alhamdulillah hari itu aku ga bawa Nada. Biasanya, Nada selalu aku bawa naik motor digendong di depan.
Hari itu, Kamis..Kebetulan ada jadwal ketemu dengan klien, salah satu agenku dari Jakarta. Agenku ini sahabatku waktu kuliah dulu di Pend.Kimia UPI. Kebetulan setelah dia pulang, tasnya tertinggal di rumah. Akupun antar tasnya ke toserba dekat rumah, kita janjian di sana. Pulang dari sana, aku sempat bilang ke diriku, " Hari ini gw nyetirnya jelek banget!".
Memang jadwal hari itu full banget..Pagi antar/ kirim paket, ketemu klien, dan ada jadwal ngajar di PGTK sorenya. Tadinya memang agak malas ngajar karena asli...lelah banget, tapi hari itu jadwal kuliah terakhir. Aku harus kasih tau mahasiswaku jadwal UAS, kisi2, dll..
Kebetulannya, suamiku ga kerja hari itu, Nada yang lagi tidur, ga aku bawa, tapi ditinggal di rumah dengan suamiku.
Saat aku pergi, mamiku udah bilang, jangan kemana2..pulang aja, lagi musim hujan. Terus suamiku juga bilang, udah ga usah ngajar, di rumah aja, takut hujan. Tapi aku harus pergi..Akhirnya aku pergi.
Setelah ngajar, aku harus cek pekerjaan pesanan ke tukang jahitku.. Nah..pulang dari sana..Padahal udah deket rumah.
Di depanku ada motor, 'ngagokan' alias bikin kagok, aku ngerem dalam kondisi hujan kecil, tapi kaya'nya cuma rem depan, jadi motor Beat biruku jatuh ke kanan, aku jatuh juga..Motor meluncur ke depanku sekitar berapa ya..jauh banget di depanku..Pas jatuh, rasanya kaya terbang..Asli..Jeduk!!Kaki kanan memang langsung sakit banget..Aku takut patah. Saat jatuh, langsung ada orang yang gotong aku ke pinggir jalan, ke toko DVD bajakan di pinggir jalan. Aku sempet meringis sakit. Aku duduk kaki selonjor, coba gerakin kakiku. Ternyata Alhamdulillah bisa. Artinya kakiku ga apa2 (karena beberapa kali aku pernah patah jari, jadi tahu rasanya klo patah). Pas dilihat..Mmm..sepatu pantofelku bolong, ampe ke kaus kaki. Telapak tanganku berdarah. Aku langsung diberi minum oleh yang punya toko. Aku langsung minum, lumayan banyak..Tapi aku langsung ingat, hari itu terakhir shaum. Aku langsung bilang, "Astaghfirullah, maaf, pak, saya lagi shaum." Padahal tadi udah minum, eh2.. Alhamdulillah rezeki :)
Udah agak tenang.. Aku langsung telpon suamiku.
Kebetulannya lagi, Allah sudah men-setting, adikku lagi mampir ke rumah, jadi Alhamdulillah Nada ada yang jaga. Alhamdulillah.
Suamiku langsung jemput aku. Aku langsung pulang. Motornya dititip bentar, diambil adikku setelah aku di rumah.
Ketikaku pulang, aku langsung dibasuh oleh suamiku, tapi pekerjaan tetap jalan, masak, mimiin Nada, mandiin Nada, semua dengan kaki yang sakit. Sampai sekarang masih belum normal. Kalau minggu lalu masih ga bisa nginjek, sekarang agak mending, tapi masih linu, rasanya masih tegang banget, tapi tetep harus mobile, jadi ya..paksain aja..

Ketika cerita ke mami, semua bilang, memang udah ada feelling. Mami..suamiku..Bahkan tukang jahitku. Lihat aku mungkin lelah, tapi memang sedang kaya' yang gurung gusuh.

Tapi memang hari itu aku harus pergi.. Semua sudah takdir..

Bicara tentang takdir, kita tahu bahwa ada qada dan qadar Allah. Qada adalahketentuan Allah yang sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah, seperti kelahiran, kematian, jodoh, dll. Sedangkan qadar adalah ketentuan Allah yang masih ada kemungkinan untuk berubah jika diusahakan oleh manusia itu sendiri.

Ketika manusia mengalami kecelakaan, memang itu sudah takdir Allah. tapi semua pasti ada penyebabnya. Entah itu kita lalai, tidak hati2, atau terburu, dll.. Aku juga.. Asli aku ga membayangkan bisa begitu, aku dimana, motor dimana, bisa jatuh gitu.. Tapi kalau aku lebih hati2, ngerem juga pakai dua tangan, mungkin ga akan kecelakaan.

Masih banyak orang yang celaka karena ulah mereka sendiri, kelalaian sendiri. Ada yang karena mabuk, dll.. Na'udzubillah..

Yang pasti, kita harus introspeksi, evaluasi dan memperbaiki diri..

Engkau sedang mengingatkanku ya .. Allah... Alhamdulilllah.. Astaghfirullahaladzim.
Mohon bimbingan-Mu selalu ya Allah.. Aamiin..


Baru seminggu mungkin suamiku sedang sering bertemu dengan seseorang, yang ternyata memang Subhanallah..Mantan eksekutif, mantan komisaris di berbagai perusahaan. Akupun membaca profil beliau di salah satu media cetak di Jakarta. Namun karena satu lain hal, beliau berani mengundurkan diri, dan hendak membangun bisnis baru di Bandung, salah satunya dengan suamiku. Mau ikut bisnis? Tunggu dulu, ya..masih dirintis. Mudah2an saja berhasil. Aamiin.
Nah...Beliau ini bernama Pak Waryono. Walau bukan lulusan S-1, apalagi S-2, dst.., tapi Subhanallah, beliau pernah berpenghasilan minimal 100 juta per-bulan. Beliaupun banyak mendidik orang-orang sukses. Marketingnya Subhanallah. Aku tidak mau, dan juga memberitahu suamiku untuk jangan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk saranan belajar kepada beliau. Beliaupun tidak pelit, bahkan ke suamiku tidak sayang memberi file-file motivasi, marketing untuk dipelajari.
Walaupun katanya, jangan disebarluaskan/ diperjualbelikan, aku membaca salah satu slide beliau, dan aku ingin berbagi di sini. Mungkin ada yang pernah dengar/ baca, ya..ga apa2..
Judulnya : Antara Wortel, Telur dan Biji Kopi
1. Siapkan 3 panci kecil berisi air, kemudian rebus air tersebbut.
2. Masukkan ke masing-masing panci itu, wortel, telur dan biji kopi yang telah dihaluskan sebelumnya.
3. Tunggu sebentar.

Lho..Kok jadi resep, ya..:) Tenang ada lanjutannya..

Selanjutnya perhatikan dan bandingkan ketiga bahan tersebut.
1. Wortel yang asalnya keras, menjadi lunak setelah direbus.
2. Isi telur yang asalnya cair, menjadi padat/ keras setelah direbus.
3. Biji kopi yang telah dihaluskan setelah direbus ternyata mengubah air menjadi berwarna hitam dan baunya harum, khas kopi.

Sekarang, kita asosiasikan air rebusan itu adalah kehidupan, dan ketiga bahan itu adalah kita.
Mau menjadi bahan seperti apakah kita?
1. Mau menjadi orang yang keras, kuat, namun ketika ada ujian, selanjutnya lemah?
2. Mau menjadi orang yang lemah, tapi ketika ada ujian, selanjutnya menjadi keras hati, tidak mau menerima pendapat orang lain, antipati?

atau 3. Mau menjadi orang yang bisa berpengaruh terhadap lingkungan sekitar, membuat positif orang, tetap wangi dengan berbagai ujian, tidak mudah terpengaruh dan berubah negatif?

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu tabah, sabar, tetap menjadi orang yang 'Laa Tahzan'..Bisa terus memberi kepada orang sekitar. Aamiin.

Memang..banyak analogi, banyak pendapat, mungkin ada juga yang tidak setuju..Tapi bagiku, pagi ini aku dapat satu lagi embun-penyejuk..


Hari ini aku betul-betul tidak sadar...Tenang..Tidak sadarnya bukan sakit atau apa, tapi karena tidak sadar menggunakan barang yang bukan milikku.
Belakangan ini aku sedang memikirkan produksi boneka tangan, pengembangannya, juga penggalangan dana bagi produksi boneka tangan untuk membantu program Trauma Healling anak-anak korban gempa Bandung Selatan.
Setelah aku memberi ASI dan Nada Tazkiya, anakku tidur, aku langsung pergi untuk beli bahan boneka tangan edisi baru, pesanan TK-TK di Bandung. Entah kenapa, akupun heran. Padahal seingatku, aku menggunakan helm hitam aku.
Sebelum membeli bahan, aku pergi ke kantor FIF untuk bayar motorku. Setelah selesai, aku keluar, ambil jas hujan karena hujan, aku heran, kenapa helmku jadi warna biru. Aku tanya ke tukang parkir, "Pak, lihat helm saya yang warna hitam?"
"Emang kenapa, Teh?"
"Iya, helm saya tadi warna hitam, kenapa jadi warna biru. Da saya ga punya helm warna biru di rumah."
Tukang parkirnya bingung juga, "Aduh..kemana ya.. Seumur-umur saya belum pernah kejadian gini. Perasaan helm-nya ya itu aja. Apa tadi ketuker sama yang di sebelah, gitu?"
"Aduh..saya juga ga tau..Masalahnya ini juga bukan helm punya saya."
Karena ga enak, tukang parkirnya meminjamkankuhelm-nya, dan helm biru itu disimpan di sana barangkali ada orang yang tertukar. Diapun meminta nomor teleponku. Akupun meng-iyakan, dan langsung pergi beli bahan.
Sesampainya di rumah, adikku langsung bilang, "Teh, tadi pake helm-nya pak Asep, ya?" (Pak Asep, teman lamaku yang aku tinggal karena ada urusan dengan adikku)
"Ha??Pak Asep? Helm teteh yang item ilang."
"Ga, orang ada juga. Tadi pak Asep cari-cari helmnya yang biru ga ada, jadinya sekarang pake helm teteh."
Astaghfirullahaladzim... Bisa segitunya
Aku, ayah juga jadi tertawa hampir sepanjang sore ini. Menertawakan diriku yang betul-betul ga sadar.
***
Kadang kita terlalu fokus atau sedang melamun, sehingga dunia di sekitar kita tidak begitu kita perhatikan betul.
Fokus perlu, sangat perlu. Melamun juga kadang perlu, lho! Bahkan ada penelitian tentang melamun.

"Melamun seringkali dinilai sebagai pekerjaan yang buruk, sama seperti kemalasan atau kecerobohan. Namun hasil studi kami memperlihatkan bahwa otak akan bekerja aktif pada saat seseorang melamun. Bahkan lebih aktif dibandingkan pada saat kita fokus mengerjakan pekerjaan rutin," kata ketua tim riset Kalina Christoff, ahli psikologi dari University of British Columbia (UBC).

"Pada saat Anda melamun, Anda tidak bisa segera mencapai apa yang diinginkan. Namun pikiran Anda akan memanfaatkan saat itu untuk menyampaikan pertanyaan terpenting dalam hidup Anda," kata Christoff.

Tapi yang pasti...Fokus kepada Allah, jangan lupa bahwa segala aktivitas dalam rangka beribadah kepada Allah. Begitu pula melamun, jika perlu. Melamun yang baik bukan pikiran kosong atau pikiran kotor, misalnya. Tapi merenung, membayangkan, memplanning sesuatu, aku pikir boleh-boleh saja. Insya Allah dari lamunan itu ada hasilnya.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Di dalam buku fenomenalnya yang berjudul “Kunci Kebahagiaan”, dia orang menjelaskan bahwa bahan perenungan yang utama itu ada empat. Pertama, tujuan yang disukai dan ingin diwujudkan. Kedua, jalan yang mengantarkan kepada tujuan tersebut. Ketiga, mudharat yang dibenci dan tidak diharapkan terjadi. Keempat, jalan yang menyebabkan timbulnya mudharat tersebut. Keempat hal itu sangat erat kaitannya dengan Tuhan Semesta Alam. Kenapa? Karna tujuan yang hakiki adalah hanya pada Allah SWT.


Sesungguhnya Allah SWT menjamin seluruh rezeki makhluk-Nya. Mulai dari yang melata hingga manusia yang sempuma (QS. 11:6 dan QS.41:31)

***
2 hari lalu aku melihat hal yang bagiku itu Subhanallah..
***
Sudah hampir satu tahun aku menjadi produsen dan distributor boneka tangan dan jari. Alhamdulillah beberapa minggu lalu ada pesanan boneka jari lumayan, 400 buah. Akupun langsung memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahku untuk turut membantuku, tentu saja ada honor setiap jahitannya, karena memang saya tidak akan sanggup mengerjakan sendiri, apalagi diburu waktu.
Ibu-ibu yang mayoritas ibu rumah tangga, sangat senang mendapat tambahan penghasilan dari pekerjaan sambilan ini. Alhamdulillah.
Di antara ibu-ibu itu, ada sahabat mamiku. Anaknya teman sebayaku. Ibu ini seorang janda, suaminya telah meninggal mungkin hampir 10 tahun lalu. Beliau tinggal bersama anak semata wayangnya, laki-laki. Ibu ini sering mendoakanku semoga aku terus dapat pesenan. Aamiin. Karena, ya itu..Beliau senang bisa ada tambahan penghasilan, ya itu tadi...Untuk biaya sehari-hari.
***
Sore itu sahabatku datang, memberi sumbangan untuk membantuku produksi boneka tangan dan jari bagi Program Trauma Healling Korban Gempa Bandung Selatan. Ketika aku mengantarnya pulang, di pintu pagar, kulihat ibu tetanggaku itu baru pulang membawa bungkusan plastik belanjaan dari warung.
Memang bukan GR, tapi aku tahu kondisi ibu itu dari mami. Baru saja aku memberi uang, upah menjahit boneka jari, dan selanjutnya kulihat ibu itu pulang belanja.
Memang hal yang mungkin biasa saja..Tapi saat itu..Subhanallah.
1. Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap hamba-hamba-Nya yang berusaha, dengan berbagai jalan-Nya.
2. Alhamdulillah Allah telah memberiku kesempatan untuk dapat menjadi jalan rezeki bagi ibu itu, dan yang lainnya.
3. Ingin sekali aku bisa membantu banyak orang. Mungkin belum bisa memberi banyak, tapi setidaknya ada yang bisa aku bantu, aku beri, bagi setiap orang yang mau berusaha. Aamiin.




Kemarin aku dapat cerita dari si ayah. Waktu mau ke Majalaya, ayah lewat jalan Soekarno-Hatta yang sedang macet-macetnya. Apalagi sekarang sedang ada perbaikan jalan atau saluran air... Ketika sedang macet-macetnya, orang-orang yang menggunakan motor, yang sudah ingin cepat, jalan melalui trotoar. Mereka naik ke trotoar satu-persatu, hingga trotoar penuh dengan barisan motor... Ayah tetap tidak tergoda naik trotoar, melainkan terus melewati jalan raya, walaupun macet. Ternyata eh ternyata...Barisan motor semakin panjang, dan tidak maju-maju. Ayah heran kenapa tidak maju-maju, ternyata setelah ayah maju di jalan raya, bersebelahan dengan yang lewat trotoar, di depan trotoar itu ada lubang yang tidak bisa dilalui, sehingga motor-motor itu tidak bisa maju ataupun mundur... Ayahpun maju...sambil terkekeh-kekeh...
Aku yang mendengar cerita itu tertawa...Lucu...
Mmmm... Ada point yang bisa kita ambil... (^_^) Masih kebayang..Lucu... Tapi gini...
Trotoar adalah jalan bagi pejalan kaki, sedangkan kendaraan bermotor harus jalan di jalan raya, bukan jalan di jalannya para pejalan kaki. Seringkali hal-hal sepele terabaikan. Mengapa kita tidak bersabar sebentar...Seperti suamiku, Alhamdulillah... Toh akhirnya bisa lewat juga... Coba kalau ikut mengambil hak para pejalan kaki, udah ga bisa maju atau mundur, orang-orang yang berjalan di trotoar jadi terganggu... Kan jadi tidak sesuai dengan porsi seharusnya, semuanya.
Hati-hati dengan hak orang lain. Jika orang tersebut tidak ikhlas, kita akan berdosa.
Kataku ke ayah, lebih lucu lagi kalau ternyata ayah ikut di barisan motor itu, atau bahkan sangat lucu kalu ternyata ayah adalah leader, yang pertama naik trotoar itu...Eh2...


Minggu-minggu lalu aku sedang beres-beres, lihat album lamaku. Ada fotoku dari bayi sampai menikah. Semua sengaja aku kumpulkan lagi. Ada juga foto kelas SMP-ku... Kangen juga ingin ketemu. Baru bilang, alhamdulillah dikontak oleh Ika, teman sekelasku, katanya mau ada reuni kelas J. :)
Kemarin Alhamdulillah ketemu, walau 1/3 dari teman satu kelaspun ngga sampai.
Acara reuni tidak jauh dari pertanyaan sekarang aktivitas apa, tinggal dimana, dan juga cerita-cerita lama. Ada yang aku Istighfar juga... Begitu banyak dosaku kepada teman-teman. Dulu aku KM yang 'galak'! Tapi begitulah kesan, suatu warna dalam hidup kita. Belum punya ilmu, masih kecil... Mmm alasan ya...
Walau hanya sedikit orang, tapi begitu berkesan. Silaturahmi yang Subhanallah...Tidak ada yang kebetulan kita bisa dipertemukan kembali.
Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah. Dengan terhubung silaturahmi, ukhuwah Islamiyah akan terjalin.

Menurut Rasulullah, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya

Muhammad Baqir ra pernah mendapat wasiat dari ayahnya (Imam Zainul Abidin, ra). Ia (kata Baqir) telah berwasiat kepadaku, “Janganlah duduk bersama lima jenis manusia. Jangan berbicara kepada mereka, bahkan jangan berjalan bersama mereka, meskipun tidak disengaja.

Pertama, Orang Fasik. Karena ia akan menjualmu hanya untuk sesuap makanan.

Kedua, Orang Bakhil. Karena ia akan memutuskan hubungan di saat kita kita memerlukan.

Ketiga, Pembohong. Karena ia akan menipumu. Karena ia akan senantiasa menipumu.

Keempat, Orang Bodoh. Karena ia berkeinginan memberikan manfaat bagimu, namun karena kebodohannya, ia jutru merugikanmu.

Kelima, Orang yang memutuskan tali silaturahmi. Karenanya, janganlah berdekatan dengannya.

***

Memutus tali silaturahmi adalah sesuatu yang dilarang oleh agama Islam. Dalam Q.S an-Nisa’: 1, Allah berfirman, “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-namaNya, kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.”

Dalam kitab Ahkam al-Qur’an-nya, Ibnu al-Arabi menafsirkan ayat ini dengan: “Takutlah kepada Allah untuk berdosa kepada-Nya dan takutlah untuk memutus tali silaturahmi”.

Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. berkata, ketika sore hari pada hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah saw, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majelis ini ada orang yang memutuskan silaturahmi, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami.” Dan ketika itu, diantara yang hadir hanya ada satu yang berdiri, dan itupun duduk di kejauhan. Dan dalam waktu yang tidak lama, ia kemudian duduk kembali.

Rasulullah bertanya kepadanya,”Karena diantara yang hadir hanya kamu yang berdiri, dan kemudian kamu datang dan duduk kembali, apa sesungguhnya yang terjadi? Ia kemudian berkata, “Begitu mendengar sabda Engkau, saya segera menemui bibi saya yang telah memutuskan silaturahmi dengan saya. Karena kedatangan saya tersebut, ia berkata, “Untuk apa kamu dating, tidak seperti biasanya kamu dating kemari.” Lalu saya menyampaikan apa yang telah Engkau sabdakan. Kemudian ia memintakan ampunan untuk saya, dan saya meminta ampunan untuknya (setelah kami berdamai, lalu saya datang lagi ke sini).

Lalu Rasulullah bersabda, “Kamu telah melakukan perbuatan yang baik, duduklah, rahmat Allah tidak akan turun ke atas suatu kaum jika di dalamnya ada orang yang memutuskan silaturahmi.”

Rasulullah pernah bersabda,”Tidak ada satu kebaikanpun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak aka satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi.”

Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi. [Mutafaq ‘alaih]

Semoga kita termasuk orang-orang yang suka menyambungkan silaturahmi. Aamiin.