Kamis, 10.08.2017, aku bersama salah satu admin dan fotografer senior, kang Hasbie, juga salah satu Laskar : kang Jaka, survey ke salah satu kampung di Cigentur Majalaya.


 Jadi ceritanya mengapa kami bisa kesana, karena salah satu peserta KKN yang sedang KKN di sana adalah bu Dina, salah satu pendongeng di PPMI. Bu Dina ini mencari donasi buku untuk kampung tersebut karena akan dibuat saung buku di sana, sekaligus dalam memperingati hari Proklamasi kemerdekaan Indonesia, akan diakan lomba mewarnai. Kami, Laskar Kampungku yang mempunyai program berbagi buku dengan senang hati jika bisa membantu Kampung dimanapun berada.
Ketika kemarin kesana, di jalan utama, ada pabrik-pabrik kapas yang menjadi tumpuan pekerjaan warga kampung Cigentur juga.


Setelah berkeliling ke pabrik kapas, kami menuju ke pusat saung buku di Nurul Huda, karena letaknya yang strategis dan di jalan utama, sehingga bisa diakses oleh banyak orang.


Dari Nurul Huda, kami menuju RW 08. Keluar gerbang dan masuk gang. Masuk gang yang dipenuhi hiasan 17 Agustus, kemudian ketika keluat, terlihatlah hamparan sawah membentang. Sebetulnya aku ingat ketika di kampungnya kang Jaka dan kang Dedi Akung, tapi ini bedanya jalannya lebih kecil. Jalan berlika kami lewati dikelilingi sawah yang menguning dan sudah mulai panen. Kemudian mulailah jalan kecil berbatu yang membuatku pindah motor, hehe.

Sebetulnya melewati sawah dan kampung tadi saja rasanya sudah ingin turun dan foto, I love foto kampung dimanapun. Tapi kami parkir di rumah bu RW.



Di rumah ini sedang dirintis PAUD. Anak-anak di sini cukup jauh jika ingin bersekolah, oleh karenanya tim KKN bu Dina merintis PAUD di sini. Namun kendala yang dihadapi jika tim KKN sudah tidak ada, mereka bingung siapa yang mengajar.
Selain PAUD, mereka akan membuat perpustakaan mini di madrasah ini. Madrasah yg cukup memprihatinkan menurutku. Yang mengajar adalah  bu ustadzah, 11 tahun mengajar tanpa dibayar.


Begini, aku share di sini karena perlu menjelaskan sedikit bahwa kondisi di Majalaya pada umumnya kebanyakan buruh pabrik. Aku ingat cerita suamiku (karena suami orang Majalaya juga), dulu waktu suami kuliah S-1 di UPI tahun 2000, banyak sekali tetangga, saudara yang mencemooh bapak. "Ngapain sekolah tinggi-tinggi, nanti juga kerja di pabrik."
"Udah jangan buang-buang uang sekolah, nanti juga jadi buruh."
Kurang lebih begitu dulu, dan ternyata di beberapa desa masih seperti itu sampai sekarang.
Kondisi di RW 08 ini karena jauh dari sekolah, orang tua sibuk ke pabrik, jadi kesadaran orang tua di bidang pendidikan masih sangat kurang. Mereka berfikiran, sekolah biasa saja juga nanti bisa kerja di pabrik, bisa bangun rumah, bisa kredit motor, bisa beli emas, dll. Ya, seperti itu, dan sayang sekali, anak-anak yang seharusnya bisa sekolah, bermain sambil belajar, kurang sekali terperhatikan.
Menurutku, mari kita bantu apa yang bisa kita bantu. Jika kita bisa bantu dengan berdonasi buku-buku bagi anak-anak di sana, karena buku adalah jendela dunia. Walau mereka lumayan jauh dari sekolah, mudah-mudahan mereka bisa melihat luar sana dari buku dan menambah ilmu, daaan wish all the best for them. jujur, aku rasanya ingin juga bisa kapan-kapan mengajar mereka. Mungkin sebulan sekali gitu, atau siapa teman-teman yang bisa mengajar juga silahkan. Aku bahagia juga, salah satu mahasiswiku dulu tahun 2010 sedang melanjutkan kuliah S-1 nya dan satu grup dengan bu Dina ini, turut dalam merintis PAUD dan membuat taman baca ini.
Rencana mereka akan mengadakan lomba mewarnai tanggal 18-19 Agustus 2017 dan 21 Agustusnya launching Saung Buku.



Siapapun, dimanapun, untuk kampung Indonesia, jika memang bisa, Insya Allah Laskar Kampungku akan bantu. Aamiiin.
So, jika teman-teman bisa bantu mencarikan donasi buku cerita bekas bacanya untuk dimanfaatkan anak-anak kampung di berbagai wilayah di Indonesia, boleh inbox kami Laskar Kampungku.


Foto-fotoku lainnya nanti dishare di grup ya :)

www.laskarkampungku.com
www.fb.com/groups/laskarkampungku


Hari ini saya sangat terharu. Air mata saya tak terbendung, bahkan hingga dua kali. Yang pertama, saat saya dikirim foto ini oleh Stef, dan melihat senyum mereka, terutama Songa yang satu bulan lalu tidak seperti itu senyumnya. 

Yang kedua ketika saya bisa menelepon Diana via Stef, mengucapkan selamat dan diana juga berterima kasih, juga untuk bonekanya. Alhamdulillah rezeki Songa bahwa rumahnya bisa direnovasi dan untuk sementara mereka tinggal mengontrak sampai rumahnya selesai direnov.

Ya, hari ini saya ngga bisa datang ke Jakarta karena kondisi anak yang kecil sedang sakit, kemudian my partner, Deni juga harus survei dan kontrol tentang bencana banjir bandang yang melanda Garut dan Dayeuh Kolot Bandung Selatan. Sedih sekali sebetulnya tidak bisa datang.

Hampir persis sebulan kurang 4 hari dari kami acara Collaboration Charity, dan tidak lama kami langsung membuat donasi di KitaBisa.com. Awalnya memang baru sedikit dari target puluhan juta, kami baru masuk dana 2.5juta. Alhamdulillah detik.com membantu sekali. Karena awal publishing dari detik.com. 

Berikut berita-berita di detik :

Dari berita awal di detik itu, donasi yang masuk mencapai 11juta an. Donasi ini sudah kami cairkan dan disimpan di yayasan Pak Djoko untuk membantu Diana&Songa.

Dan masih banyak juga pemberitaan lainnya, baik di detik dan media lain.

Bisa sampai begini luar biasa, banyak juga yang mencemooh kami, tapi saya hanya melihat Songa, yang umurnya hampir sama dengan anak saya yang kecil. Begitu juga aneka problem yang timbul, kesenjangan, iri dari berbagai pihak, bahkan hingga ancaman kekerasan. Belum lagi media yang terlalu berlebihan memblow up sehingga membuat tidak nyaman Diana. Belum lagi berbagai pencitraan, dan lain-lain. Jujur saja, kami tidak begitu mempedulikan itu, itu adalah ujian kami. Kami hanya ingin happy ending for all. Apalagi sebelum Stef pulang ke Roma. Padahal beberapa hari lalu saya sampai ngga bisa tidur karena ada ancaman penghancuran kelas belajar yayasan Pak Djoko di sana. Sedih sekali. Tiap hari ada perkembangan yang diupdate oleh Pak Djoko dan media. Hingga akhirnya Alhamdulillah hari ini luar biasa. Barokallahu untuk semua. 


Berita hari ini :


Kondisi sudah dihancurkan

 Meeting dengan donatur
 Makan malam bersama

Terima kasih kepada semua yang sudah membantu, para donatur, media, yayasan Pak Djoko, and all for your support. Semoga Allah memberkahi kita semua dan mencatatnya menjadi amal sholeh. Especially for my teacher Stefano Romano and wife, I will continue our Laskar Pelangi, Insya Allah. Aamiin. Begitu banyak yang membutuhkan kita. Mari kita bantu sesama, se bisa kita. Kebermanfaatan apa yang bisa kita berikan kepada sekitar kita.

Barokallahu teacher, Insya Allah kita ketemu lagi next year di Indonesia, ya.. Aamiin.



5 hari berlalu dari charity kami di Plumpang dan Teluk Gong, tapi ada 2 anak yang terus terbayang di pikiranku. Mereka adalah Songa di Plumpang dan Si cantik baju kuning di Teluk Gong.

Songa, nama yang agak tidak umum di Jakarta, ternyata Songa turunan Batak dan Ambon, yang membuat saya dan Stefano mengagumi sekali kecantikannya. Iya, cantik sekali, tidak bisa dicapture dengan foto sepertinya kecantikannya.



Ada alasan kenapa Stefano mengajak aku ke rumah Songa. Pertama aku lewati gang dan tumpukan sampah, jembatan semi permanen, dan langsung tertuju ke rumahnya. Langsung terlihatlah kekhawatiran Stefano. Rumah Songa semi permanen dengan kayu, triplek tambal-tambal, dan terlihat sudah miring, agak ngeri juga kalau ambruk bagaimana. Seperti ini rumahnya

Aku dan Stefano ngobrol di dalam. Kami berbincang-bincang.Ternyata, ibu Songa yang bernama Diana sudah menjadi warga Jakarta dari kecil. Diana dan orang tuanya memang turunan suku Batak dan terlihat dari wajah khasnya. Tapi semua sudah merantau ke Jakarta dari Diana kecil. Diana beli Rumah yang sekarang ditinggali itu 3 tahun lalu. Suami Diana pekerja serabutan, dan saat kami kesana, sedang bekerja menjadi supir.

Diana bilang memang rumahnya miring baru hampir setahun ini, mungkin karena beban berat dan sudah lapuknya pondasi karena air. Jadi di bawah rumah tersebut adalah seperti sungai tidak mengalir atau kubangan kotor berisi sampah. Doa kami mudah-mudahan mereka selalu sehat dengan kondisi kebersihan seperti itu.

Bagaimanapun keinginan untuk memperbaiki rumah itu pasti selalu ada, tapi bingung dari mana biayanya, belum lagi harus pindah kemana jika ambruk atau diperbaiki seadanya.

Stefano sangat tersentuh dengan keadaan mereka. Stefano dan Diana seperti terkoneksi, hingga Diana pun meneteskan air mata ketika kami akan pergi. 

"Semoga selalu sabar, ya, bu. mudah-mudahan ada solusi untuk rumah ibu, juga untuk kehidupan ibu dan Songa.",ucapku saat akan pamit.


Stefano adalah salah satu guru fotograferku. Kami berkenalan beberapa bulan lalu di FB saat Romadhon, kebetulan beliau mengenal salah satu sahabatku, Deni. Stefano Romano adalah salah satu fotografer Muslim Italia ternama yang baru saja launching bukunya yang berjudul Kampungku Indonesia, yang berisi foto-foto portrait, human interest, story, quote khas beliau. Awal perkenalan dan berbicara di whatsapp memang sepertinya Stefano orang yang keras kalau menurut saya, tapi seringnya berkomunikasi, beberapa kali bertemu, membuat saya melihat apa yang beliau lihat di kampung di Indonesia. Betapa beliau mencintai sesama, sangat menyukai anak-anak, ingin turut membantu mereka, luar biasa, dan membuat saya dan siapapun yang mengenalnya, Insya Allah ingin turut membantu mereka.

Tulisan ini khusus sy dedikasikan untuk my teacher, Stefano Romano, untuk Songa yang cantik dan ibu Diana semoga ada orang-orang yang tergerak untuk membantu sehingga bisa tidur dengan tenang tanpa kekhawatiran rumahnya ambruk, dan untuk pak Djoko Yayasan Kebun Anggur.


Let's Help Songa
www.iwungfoundation.com



Jumat, 26 Agustus 2016 adalah salah satu hari Jumat yang menakjubkan bagi saya. Semoga Allah memberikan kami berkah dan hidayah-Nya selalu untuk kami.
Saya dikabari oleh Stefano Romano yg merupakan fotografer Itali yang sedang launching and promo bukunya Kampungku Indonesia, untuk diharapkan untuk datang ke Jakarta merupakan hal baru karena lingkungan yang akan kami datangi termasuk prasejahtera, dimana banyak Anak jalanan dan Anak kolong jembatan.
Ketika saya melihat foto-foto Stefano Romano, hati saya semakin terenyuh. Sayapun mengkoordinir member dari grup fb sy untuk mengumpulkan baju layak pakai untuk mereka.
Hari minus 1, sahabat dan staff Yayasan saya yang harusnya turut mengantar ternyata batal, karena masih ada pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggal. Sampai jam 7 malam belum ada kabar supir yang bisa antar saya dan Kak Kus. Kebetulan sy mengajak Kak Kus untuk mendongeng di sana. Akhirnya, keputusanpun diambil bahwa kami berangkat menggunakan travel, dan meninggalkan 2dus besar donasi , dan akan dikirim via paket.
Tiket travel yang masih kosong tinggal waktu subuh, saya siap-siap jam 3 subuh. Alhamdulillah suamiku mendukung dan gantian menjaga anak-anak. Suami tidak bisa mengantar karena harus ke kampus untuk jadwal mengajar.
Alhamdulillah perjalanan subuh lancar, jam5-7 pagi sudah sampai, yang justru luar biasa jalanan penuh di Jakartanya.
Sesampai di Plumpang Jakarta, melihat anak-anak seperti men charge kita, dongeng Kak Kus menghipnotis anak-anak. Semua begitu ceria dan bahagia. Senang sekali melihatnya. Setelah duhur, acara selesai, saya ikut Stefano keliling. Di situlah mulai terlihat bagaimana lingkungan mereka.


Perkampungan sempit, penuh sampah, dekat pembuangan air, solokan kumuh, rumah semi permanent, bahkan ada yang hampir rubuh. Begitu terenyuh melihat sebagian lingkungan dan keadaan mereka.








Dari Plumpang kami makan siang. Begitu banyak masukan dari guru fotografiku. Fotografi bukan memfoto untuk orang lain, tapi dari dirimu sendiri, foto ini untuk dirimu, foto ini bercerita apa maksud dr dirimu akan foto tersebut, mata dan hatimu yang akan berbicara. Biar orang berkata apa, jangan mudah menyerah, tetap belajar dan terus mengasah mata dan hatimu, dan banyak sekali masukan dari beliau. Mungkin nanti saya cerita khusus deh tentang beliau :)
Sebetulnya, saya sudah bertahun-tahun lalu ingin belajar Fotografi dan painting karena saya suka. Tahun ini Allah mengabulkan, alhamdulillah. Rencana ingin kuliah lagi tapi tidak jadi ternyata membuatku semangat belajar hal lain.
Kembali ke setelah makan siang, kami pergi ke Kolong Jembatan Teluk Gong Jkt. Pertama kali datang langsung disambut dengan tumpukan sampah, Rumah semi permanent di pinggir sungai. Ketika masuk ke lingkungan kolong jembatan, begitu banyak deretan Rumah petakan, tumpukan sampah, banyak genangan air Kotor, bahkan hingga kuda-kuda tertambat di sana dengan kotoran dimana-mana.





Di antara lingkungan tersebut, ada lahan penuh pohon pisang dengan buahnya yang lebat, kursi-kursi dan banyak anak belajar di sana. Di sana lah saya dan Kak Kus menghibur anak-anak. Anak-anakpun senang, terutama dengan cerita dan sulap dari Kak Kus.
Setelah acara selesai dan anak-anak akan pulang, saya bertemu anak luar biasa ini. Cantik sekali, setelah foto dia berlari membawa makanannya ke rumahnya di antara kubangan air kotor,tumpukan sampah dan kolong jembatan.
What a speechless moment until now, never forget.
Kami pulang dari Jakarta menuju Bandung pukul 21.00. Walau jalan penuh sekali dan sampai rumah jam 03.00, tapi sangat worthed.
Terima kasih my teacher, Stefano Romano untuk mengasah mata dan hatiku. Terima kasih pak Djoko Yayasan Kebun Anggur untuk merawat mereka.
Terima kasih Kak Kus untuk menghibur mereka.
www.iwungfoundation.com
www.BuGrace.co.id





Kelas 3 SD aku baru pindah ke SD Sukamenak Indah yang jaraknya cuma 3menit jalan dari rumah. Di sana aku kenal Tina. Ya.. 20 tahun aku mengenalnya, Noer Rakhmatina. SD bareng, SMP bareng, SMA pisah. Aku SMA4, Tina SMA2. Kuliah kita satu kelas lagi.. Nikah pun ngga beda jauh. Anak pertamanya juga beda berapa bulan dengan Nada.
Kutulis blog ini pun ngga bisa tahan air mata. Semalaman masih menangis, tidur menangis, bangun tidur menangis..
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun Noer Rakhmatina binti Achmad Sofwan tgl.20 Mei 2014, hampir 30 tahun tepat nanti Juli.
Ngga ada yang muluss, begitu juga persahabatan kita. Berantem hebat aku itung 2 kali, ya, Tin.. (maaf aku masih ngobrol sm Tina).. Tapi berakhir dengan pelukan dan air mata.. Kita udah ky saudara aja.. Ya.. Allah..
Kamu selalu ada untuk aku..
Ketika aku lagi diuji berat banget.. Kamu ada.. Motivasi kamu, support, doa kamu.. Gitu juga sebaliknya.. Aku ngga bisa ngga mikir kamu klo kamu lagi ada masalah.. Selalu jd pikiran.. Orang2 lihat mungkin aku orangnya lempeng, tapi kamu tau aku orangnya pemikir, dan selalu memikirkan solusi..
Sampai saat ini aku tulis blog ini, sebentar lagi kamu bakal dimakamkan, di peristirahatan terakhir kamu, Tin..
Semoga Allah menerima segala amal ibadahmu, menerangi kuburmu, memberikan tempat yang terbaik..
Ya Robb, anak2 kmu masih kecil.. 6thn dan 8 bulan.. Kemarin denger kk Daffa teriak, nangis2 rasanya sakitt aku, Tin.. sedih banget rasanya..
Tapi kita harus lanjut.. Kita pun semua akan mati..
Istirahat, Tin.. alhamdulillah kamu ngga berlama-lama sakitnya..
padahal kemarin siang aku masih ngobrol sm kamu di RS
aku tinggal, ngga lama kamu sesek.. begitu cepatnya ya Allah engkau mengambil sahabatku..
aku masih agak gmn gt kenapa kamu ke dokter umum yang ngga tau riwayat kmu 2bln an kemarin kamu ke indikasi ada tumor usus!
kmu padahal kembung aja, minum obat dokter umum malah tambah parah..
tapi udah jalannya, tin.
ini yang terbaik, tin..
makasih udah jadi sahabatku.. makasih udah jadi kakak aku.. makasih atas segalanya..kamu masakin aku, kamu bantu aku..
maafin aku kalau belum jadi..
I love u so much, my best friend, Tina


Besok tanggal 19 Desember 2013, Insya Allah anakku yang kedua: Ritmyka Nafsya genap 2tahun usianya. Barakallahu.. Semoga sehat, +pinter, +sholehah ya sayangku..

Alhamdulillah juga genap menyusui ASI selama 2tahun.

Ya, butuh kesabaran, komitmen untuk bisa menyusui. Memang tidak mudah, tapi kewajiban menjadi ibu, apalagi sambil punya usaha, dll.

Aku kadang miris melihat banyak ibu-ibu yang tidak mau menyusui anaknya dengan alasan sakit ketika awal menyusui, sedikit asinya, sibuk bekerja, dan lain-lain. Padahal awal menyusui memang sangat wajar kalau belum banyak asinya karena mungkin kebutuhan bayi baru lahir juga sedikit, kemudian sakit ya wajar namanya juga jadi ibu. Kadang aneh sekali, mau melahirkan tapi tidak mau menyusui, padahal ASI sudah diakui, sudah diteliti susu paling sempurna, ya.. paling sempurna karena sumbernya dari Allah. Lain lagi jika ada penyakit, dst sehingga tidak bisa menyusui.

Aku justru salut kalau ibu-ibu pekerja yang bukan pe-BDR(bisnis dari rumah) seperti aku yang rajin memompa ASInya dan tetap memberikan ASInya walau dia bekerja, karena begitulah seharusnya.

Alhamdulillah anak pertamaku, Nada Tazkiya dulu juga genap 2tahun.

Mudah-mudahan anak-anak yang diberi ASI lebih sehat, sholeh, lebih dekat dengan ibunya, sehingga terhindar dari hal-hal negatif yang jaman sekarang banyak sekali. Aamiin.

Untuk calon-calon ibu, ayo semangat mencari ilmu tentang menyusui, dst. Karena kebanggaan tersendiri bisa menyusui anaknya, apalagi full hingga 2tahun. Akan terasa subhanallah sekali melihat ada air susu bisa keluar dari payudara kita, dinikmati oleh anak yang kita lahirkan hingga kedekatan, memeluknya terus. Ngga lama, ibu-ibu.. Besar sedikit mungkin sudah ngga mau dipeluk..Ngga kerasa, tiba-tiba udah SD lg, SMP, dst..*menahan tangis akan perjuanganku untuk anak-anakku dimana Allah bimbing kami terus, alhamdulillah, subhanallah atas segala karunia-Nya. Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing keluarga kami, mencurahkan terus kasih sayang-Nya, meridhoi langkah kami dan terus memberi keberkahan dalam keluarga kami. Aamiin.



Kembali ngingetin diri aku sendiri yang jarang nulis.. Padahal tiap harinya banyak banget yang direnungi, biasanya ditulis.. Alasan klasik, lg sibuk.. riweuh (repot) sama pesanan.. Padahal mah, ya.. Pinter-pinter bagi waktu aja.. Orang nulis biasanya ngga lama.. Ya.. mudah2an bisa istiqomah nulis minimal 1bln sekali, hehehe.. klo bilang seminggu sekali atau tiap hari takut ga sesuai dengan kata2.. Ga apa2, ya.. minimal 1bln sekali, mudah2an bisa tiap hari.. aamiin..

Berapa hari ini memang lagi ramai peristiwa tabrakan KA dengan truk BBM. Tapi aku ga bahas itu dulu. Aku lagi memikirkan OSPEK Institut Teknologi Nasional Surabaya..

Miriss.. Ya Allah.. Hari giniiiiiiii.. HARI GINIIIII masih musim ospek2 dengan kekerasan.
makanya aku tulis judulnya OSPEK itu Orang Sing(yang) kurang PEKA, karena memang orang-orang yang melakukan ospek itu kayanya kurang peka sekali. Dimana letak kemanusiaannya.Kemarin lihat di Metro, ada mahasiswa baru yang diinterview, masa ada ospek yang menunjukkan hubungan suami istri dan diperagakan oleh laki dan laki, perempuan disuruh oral ke singkong yang dibentuk seperti alat kelamin laki-laki, minum 1L untuk berapa orang, disuruh minum air laut, hingga pemukulan, hingga Innalillah ada yang meninggal.
Rektornya sendiri memang sudah membubarkan acara itu karena tidak sesuai, sudah menskor, menghukum panitia juga.
Sebagai mantan ketua OSIS, sekretaris PMR, dll, terus dulu waktu di himpunan mahasiswa kimia jadi apa, ya.. lupa.. hehe.. aku juga termasuk orang yang sangat galak sebetulnya, apalagi pas ospek, sempat juga jadi ketua ospek kimia, tapi itu sepertinya sudah settingan saat itu aja, dan jadi istighfar aku sendiri aja, mohon maaf juga kalau ada adik kelasku yang terdzolimi *jadi flashback, hehe. Tapi semua sudah disetting untuk shockterapy yang masih normal, tugas juga berkaitan dengan kimia dan manfaat, bukan yang aneh-aneh yang dibuat-buat yang super anehhhhhhhhhhhhhhhh seperti yang di berita belakangan ini.
Ya Allah.. ini ospek atau apa?
Ya Allah............miris melihat mahasiswa, calon pemimpin bangsa dididik seperti itu.
OSPEK singkatan dari orientasi dan pengenalan lingkungan kampus. Ketika ada mahasiswa baru, yang asalnya dari mana-mana, dengan adanya ospek diharapkan bisa mengenal lebih jauh dengan lingkungan dan kampusnya. Tapi seringkali ospek yang menjadi panitianya adalah kakak tingkatnya, mengenalkan adik tingkatnya dengan hal-hal 'ketegasan' untuk mendidik mahasiswa baru lebih kuat karena perkuliahan itu berat, dan seterusnya. Tapi 'ketegasan' ini yang rancu, yang standarnya tidak jelas dibuat oleh kakak tingkat yang lebih ingin balas dendam, men'catat' adik kelas yang 'ngeyel', yang cantik, yang aktif, yang bisa menjilat ke kk tingkat, yang ++ sehingga kk kelas dihormati, dan seterusnya...
Padahal seharusnya kk kelas menjadi contoh, panutan. Coba ospek itu diganti dengan games yang menarik, seminar yang interaktif, mengundang motivator muda sperti adikku gt.. hehe Nicky Anoki Irlanov (jadi promosi muridnya Mas Ippho, nih..hehe), ceramah agama, menyuguhkan prestasi-prestasi sehingga mahasiswa baru yang sesuai dengan jurusannya lebih tertarik lagi untuk belajar, atau dengan entrepreneurship, bukan dengan kekerasan yang malah mahasiswa baru punya trauma, mungkin jadi segan bertemu kakak tingkat, bahkan mungkin ngga mau kuliah.

Aku pikir ngga ada relevansinya sama sekali kalau ospek diberikan tugas yang tidak berkaitan dengan jurusan, diberi hukuman yang tidak manfaat, dipukul, dihina, bahkan apa itu yang disuruh oral sperti ITN, astaghfirullah.. Mahasiswa bejat apa, mau diajarkan zina. Mendekati zina saja dilarang. Bahkan kalau dulu ospek kimia kita dipisah laki-perempuan.

Menjadi mahasiswa harusnya dididik dengan etika dan moral yang betul, sehingga nanti bisa jadi pemimpin yang baik juga, karena mahasiswa akan jadi calon pemimpin bangsa kita dalam berbagai bidang. Akhlak yang baik, pendidikan yang baik, memang idealnya begitu, tapi memang semua ingin ideal kan.. Sehingga yang terlihat bukan mahasiswa yang di berita demo, tawuran, ricuh,  kerjanya ribuuuuttt terus, kapan kuliahnya, kapan pintarnya.

Mudah-mudahan dengan tulisanku yang singkat ini bisa membuka sedikit adik-adik mahasiswa yang mau melaksanakan ospek. Hehe.. adik2..ga kerasa udah 10thn lalu, ya.. 





Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk bisa menjadi sosok yang beretika karena mahasiswa telah menjadi sorotan public sekaligus generasi penerus bangsa yang telah dipercaya untuk memimpin negeri ini dalam segala bidang. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika, mahasiswa dapat bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan, etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis.
Dengan etika, mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam, etika di dalam Islam sama dengan akhlaq, dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT yang telah diberikan karunia berupa akal, akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati.
Etika bisa terdukung jikalau mahasiswa telah dibekali dengan ilmu yang memadai, baik ilmu agama maupun ilmu umum, atau istilah kerennya imtak dan imtek harus sejalan. Lingkungan social pun dapat membawa pengaruh besar dalam membentuk jati diri seorang mahasiswa. Jika kita memandang sosok pemimpin kita, K.H Abdurrahman Wahid, atau sering dipanggil dengan Gusdur,  betapa besar jasa beliau dalam sumbangsihnya membangun Negeri Ini. Beliau sebagai tokoh agama maupun sebagai tokoh umum. Jika kita melihat latar belakangnya, beliau mendalami ilmu agama yang berasal dari pesantren. Beliau pun tak meninggalkan pendidikan formalnya. Pada tahun 1963, Gusdur menerima beasiswa dari Kementrian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Nah, jika kita menganalisa contoh diatas, kita berfikir bahwa mahasiswa sekaligus nyantri, kenapa tidak??
- See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/mendidik-mahasiswa-beretika-melalui-pesantren/#sthash.eMvWDL9E.dpuf

Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk bisa menjadi sosok yang beretika karena mahasiswa telah menjadi sorotan public sekaligus generasi penerus bangsa yang telah dipercaya untuk memimpin negeri ini dalam segala bidang. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika, mahasiswa dapat bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan, etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis.
Dengan etika, mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam, etika di dalam Islam sama dengan akhlaq, dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT yang telah diberikan karunia berupa akal, akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati.
Etika bisa terdukung jikalau mahasiswa telah dibekali dengan ilmu yang memadai, baik ilmu agama maupun ilmu umum, atau istilah kerennya imtak dan imtek harus sejalan. Lingkungan social pun dapat membawa pengaruh besar dalam membentuk jati diri seorang mahasiswa. Jika kita memandang sosok pemimpin kita, K.H Abdurrahman Wahid, atau sering dipanggil dengan Gusdur,  betapa besar jasa beliau dalam sumbangsihnya membangun Negeri Ini. Beliau sebagai tokoh agama maupun sebagai tokoh umum. Jika kita melihat latar belakangnya, beliau mendalami ilmu agama yang berasal dari pesantren. Beliau pun tak meninggalkan pendidikan formalnya. Pada tahun 1963, Gusdur menerima beasiswa dari Kementrian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Nah, jika kita menganalisa contoh diatas, kita berfikir bahwa mahasiswa sekaligus nyantri, kenapa tidak??
- See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/mendidik-mahasiswa-beretika-melalui-pesantren/#sthash.eMvWDL9E.dpuf
Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk bisa menjadi sosok yang beretika karena mahasiswa telah menjadi sorotan public sekaligus generasi penerus bangsa yang telah dipercaya untuk memimpin negeri ini dalam segala bidang. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika, mahasiswa dapat bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan, etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis.
Dengan etika, mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam, etika di dalam Islam sama dengan akhlaq, dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT yang telah diberikan karunia berupa akal, akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati.
Etika bisa terdukung jikalau mahasiswa telah dibekali dengan ilmu yang memadai, baik ilmu agama maupun ilmu umum, atau istilah kerennya imtak dan imtek harus sejalan. Lingkungan social pun dapat membawa pengaruh besar dalam membentuk jati diri seorang mahasiswa. Jika kita memandang sosok pemimpin kita, K.H Abdurrahman Wahid, atau sering dipanggil dengan Gusdur,  betapa besar jasa beliau dalam sumbangsihnya membangun Negeri Ini. Beliau sebagai tokoh agama maupun sebagai tokoh umum. Jika kita melihat latar belakangnya, beliau mendalami ilmu agama yang berasal dari pesantren. Beliau pun tak meninggalkan pendidikan formalnya. Pada tahun 1963, Gusdur menerima beasiswa dari Kementrian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Nah, jika kita menganalisa contoh diatas, kita berfikir bahwa mahasiswa sekaligus nyantri, kenapa tidak??
- See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/mendidik-mahasiswa-beretika-melalui-pesantren/#sthash.eMvWDL9E.dpuf
Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk bisa menjadi sosok yang beretika karena mahasiswa telah menjadi sorotan public sekaligus generasi penerus bangsa yang telah dipercaya untuk memimpin negeri ini dalam segala bidang. Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika, mahasiswa dapat bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan, etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis.
Dengan etika, mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam, etika di dalam Islam sama dengan akhlaq, dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT yang telah diberikan karunia berupa akal, akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati.
Etika bisa terdukung jikalau mahasiswa telah dibekali dengan ilmu yang memadai, baik ilmu agama maupun ilmu umum, atau istilah kerennya imtak dan imtek harus sejalan. Lingkungan social pun dapat membawa pengaruh besar dalam membentuk jati diri seorang mahasiswa. Jika kita memandang sosok pemimpin kita, K.H Abdurrahman Wahid, atau sering dipanggil dengan Gusdur,  betapa besar jasa beliau dalam sumbangsihnya membangun Negeri Ini. Beliau sebagai tokoh agama maupun sebagai tokoh umum. Jika kita melihat latar belakangnya, beliau mendalami ilmu agama yang berasal dari pesantren. Beliau pun tak meninggalkan pendidikan formalnya. Pada tahun 1963, Gusdur menerima beasiswa dari Kementrian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Nah, jika kita menganalisa contoh diatas, kita berfikir bahwa mahasiswa sekaligus nyantri, kenapa tidak??
- See more at: http://cyberdakwah.com/2013/06/mendidik-mahasiswa-beretika-melalui-pesantren/#sthash.eMvWDL9E.dpuf



Ya.. nasib guru honorer memang harus berubah. Tapi ada cara yang lebih baik daripada demo.
5 tahun lalu, saya juga pernah menjadi guru honorer di SD almamaterku. Memang bingung kalau disuruh hitung gaji guru honorer karena hitungannya misalnya per-jam Rp.25.000, seminggu mengajar 8 jam, sebulan 40 jam, tapi kenyataannya yang dihitung hanya 8xRp.25.000 = Rp.200.000 sebulan saudara-saudara. Saat itu aku dibayar lebih kecil lagi kalau tidak salah Rp.150.000
Ternyata sampai sekarang juga begitu.
Allahu akbar.. 200rb apalagi bagi honorer bapak-bapak guru, otomatis harus cari kerja lain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi anak-istrinya.
Begitupun aku..
Mengajar bukan hal baru keluar kuliah baru mengajar, tapi memang aku mulai mengajar sejak SMP malah, mengajar anak-anak TK, mengajar ekstrakulikuler, mengajar bernyanyi, dan lain-lain. Jadi, Alhamdulillah dulu waktu kuliah, aku udah mengajar privat, bimbel, dll, yang gajinya Alhamdulillah bisa untuk kuliah sendiri, untuk kebutuhan sendiri lah.. Lumayan.. Dibandingkan honorer, wooow, subhanallah. Tapi saat itu saya ingin tahu dan mencoba. Memang iming-iming jadi guru PNS, gaji tetap, dsb..
Mmmm... tapi, aku cuma bertahan 2 bulan kayanya, hihihi.. Bukan karena gajinya saja terutama, tapi memang istikhoroh juga, aku memang tidak tertarik jadi guru PNS, kalau dosen PNS mungkin kali ya suatu saat nanti, kalau memungkinkan itu juga :) kalau ngga, ngga akan maksa.
Ya, aku memutuskan untuk lebih fokus di bisnisku. Dulu aku buat boneka sendiri, pasarkan sendiri, itu lebih menjanjikan, dan anak juga aku masih di rumah. Kalau dulu aku ngajar, kasian anak, kasian mami juga ngurus anakku..
Alhamdulillah, tidak mudah memang, awalnya aku bawa anakku, Nada kemana-mana aku gendong. Perjuangan berat betul. Tapi tidak lama Alhamdulillah. Sudah web www.bonekatangan.com jalan, kita sudah stand by saja di rumah.
Aku jg ngajar di Lembaga Pendidikan yang mendidik Guru-Guru TK, yang tidak menyita waktu. Alhamdulillah.
Maksudku.. gini..
Untuk teman-teman guru honorer, yakinlah, rezeki, kenyamanan memang diinginkan semua orang, tapi tidak harus keukeuh jadi guru PNS. Profesi guru memang perlu pengorbanan, karena keikhlasan memberi ilmu yang penting. Terus gimana, dong untuk makan, dll.
Waktu kita 24 jam 1 hari, kalau guru honorer mungkin kerja tidak sampai 10 jam sehari, masih banyak waktu. Tapi kan harus periksa PR, tugas, ujian.. Intinya bisa bagi waktu..
Aku sering sekali ngobrol dengan guru-guru honorer, untuk memanfaatkan waktu setelah bekerjanya dengan pekerjaan lain yang masih bisa dikerjakan di rumah, ya... Bisnis Dari Rumah
Apapun itu.. Cobalah berdagang.. karena “Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.”(HR.Ahmad)
Banyak juga yang awalnya bilang, saya ngga bisa jualan, ngga ada modal, dst.
Aku ampe bilang, semua yang Alhamdulillah bisa terinspirasi juga awalnya bilang gitu.
Tapi mau coba, ngga?
Ayo..coba dulu.. malah harus aku agak desak biar mau mencoba..
Alhamdulillah teman-teman yang awalnya minder, tapi sudah mencoba malah ketagihan, suka berdagang.. berdagang apa saja..
Ayo.. download katalog produkku, coba pasarkan, aku ngga suruh modal dulu, langsung aja jual, aku kasih komisi klo ada penjualan.
Selain aku juga banyak cara, nanti bergantung minat masing-masing. Minat ke masakan misalnya, atau keterampilan, dll
Atau bagi guru-guru honorer, yu..gabung sama aku, sebetulnya aku juga perlu banyak guru mata pelajaran untuk privat dan homescholling.
Banyak..banyak jalan lain..
Tidak usah khawatir..
Rezeki tidak harus dari PNS.
Kalau semua harus jadi PNS, berat pemerintah..
Aku juga setuju kalau pengangkatan harus bagi guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun, itu sudah ngga masuk akal lah.. Parah.. Kasian juga. Tapi ujung-ujungnya kembali lagi ke niat masing-masing pribadi. Aku yakin, banyak guru juga yang berniat memang ikhlas mau dibayar berapapun, karena rezeki mungkin bukan dari bayaran mengajar, tapi dari usaha lain.
Ayooooooooooooo guru honorer, be kreatif...  



Terinspirasi sebuah tulisan yang aku baca pagi ini :

"PP Nomor 56 Tahun 2012 kepada Mahkamah Agung (MA).
PP Nomor 56 Tahun 2012 adalah PROYEK GAGAL, karena tidak berhasil menyelesaikan honorer, tapi justru menimbulkan banyak masalah baru bagi para honorer.

Kita semua bisa saksikan, dimana hampir di seluruh daerah banyak bermunculan Honorer Siluman dan titipan yang "dilegalkan" serta dibela mati-matian oleh pemerintah daerah maupun pusat. Menggelembungnya jumlah K2 setelah Uji Publik, serta belum beresnya permasalahan K1 secara nasional adalah dua bukti kegagalan itu.

Dengan adanya istilah K1, K2 maupun non Kategori justru berlaku DISKRIMINATIF bagi sebagian besar "OEMAR BAKRI" dan Tenaga Honorer lainnya yang telah mengabdikan diri demi kepentingan bangsa dan Negara di Republik tercinta ini.
Bahkan selama ini kita pun tidak pernah mendapatkan penghasilan dan penghidupan yang layak sesuai Kebutuhan Hidup Minimum (KHM).

FAKTA yang terjadi, justru banyak perbuatan CURANG yang dilakukan sebagian honorer dengan memanipulasi data, masa kerja, suap (KKN) serta tindakan-tindakan tidak terpuji lainnya.
Honorer MURNI yang benar-benar sudah lebih lama mengabdi justru banyak yang tersingkirkan. Setiap ada kesempatan pengangkatan CPNS pun, honorer selalu menjadi komoditas ajang pemerasan yang sangat empuk bagi para oknum pejabat di daerah maupun pusat.

TEMAN-TEMAN HONORER, PERLU KITA YAKINI BAHWA SETIAP LANGKAH YANG KITA LALUI DAN SETIAP TETES KERINGAT YANG KITA KELUARKAN DARI HASIL PERJUANGAN AKAN KELIHATAN HASILNYA..ITU..PASTI.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Oleh karena itu, FRONT PEMBELA HONORER INDONESIA mengajak dan menyerukan kepada seluruh honorer dari Sabang sampai Merauke, mari kita dukung, hadiri dan sukseskan AKSI DEMO AKBAR HONORER se-INDONESIA di Istana Negara dan Mahkamah Agung, pada 9.9.13 nanti.

MAJU TAK GENTAR, MEMBELA YANG BENAR.
Mari kita lawan kemungkaran dan kedzoliman dengan kekompakan dan kebersamaan pada tanggal 9 September nanti."
 


Hari Sabtu kemarin, tgl.30 September, aku kedatangan teman lamaku juga sahabat suamiku. Dulu kita pernah bermusik bersama, nasyid apa, ya.. namanya lupa.. udah hampir 10 tahun lalu waktu masih kuliah :)
Ternyata beliau sekarang aktif di DT lg jd Santri Karya di sana. Kedatangan kang Helmi, jd masukan tersendiri, motivator, ustadz muda yang memberi tausiyah di pagi Sabtu itu bagi saya dan suami di rumah.
Kang Helmi cerita tentang mahabbah, atau kecintaan kepada Allah, bagaimana membuat hati ini hanya diisi oleh Allah saja. Biar yang lain jangan disimpan di hati. Istri, suami disimpan di pinggir saja sambil bercanda. Mobil, motor ya di garasi. Sehingga ketika kita kehilangan, tidak berlebihan, karena sesungguhnya itu semua hanya titipan Allah.
Ketika mau pulang, aku cek keluar, lihat motor Beat biruku ngga ada. Aku tanya, "Ayah, motor kemana?"
"Coba tanya Nicky, dipake ngga tadi malam", ktnya. Nicky adalah adik paling kecil aku, kadang suka pakai motorku.
Langsung aku cek kunci motor di tempat di tutup kulkas. Ternyata ada. Lemas lah aku. Motorku hilang..
Aku langsung tanya, "Ayah, tadi malam gembok, ngga?" karena aku lihat sampah di dapur belum dibuang, biasanya bersamaan dengan gembok pagar.
Aku saat itu sebetulnya sangat kesal kepada suamiku yang teledor.
Aku bingung aja, motor ngga ada, karena itu motor perjuanganku 5tahun lalu dari awal mulai bisnis boneka tangan, kalau harus kemana-mana nyetir mobil, bagiku sangat pemborosan waktu, juga bensin karena macet dimana-mana.
Kang Helmi pulang, beliau bilang, sabar saja, mudah-mudahan ada gantinya. Insya Allah.
Seharian aku tidak bersemangat, hanya diam di kamar, karena memang sedang agak kurang tidur juga.
Aku minta suamiku lapor satpam komplek dan polisi terdekat.
Aku berpikir, ya Allah.. betul, langsung diuji. Baru diceramahi, langsung kejadian.
Saat itu sebetulnya kesal ke suamiku karena teledor, tapi ikhlas motor hilang.
Sudah agak sore, aktivitas biasa, langsung merencanakan nanti antar sekolah Nada bagaimana, dst..
Setelah magrib, tiba-tiba tetangga sebelahku manggil2 aku. Aku kebetulan sedang masak, jadi suamiku yang keluar duluan.
Beliau bilang, "Itu ada motor, motor Grace, bukan?"
Jadi di ujung jalan rumah kita, mentok, ada kebun kangkung.
Pas dilihat, subhanallah, Alhamdulillah, betul itu motor kita.
Kita ngobrol panjang di luar. Jadi ternyata, motor itu sudah dilihat oleh tetanggaku dari siang, tapi karena tertutup ilalang, rumput tinggi-tinggi, jadi dikira punya orang yang suka ambil kangkung, karena memang biasa di tanah itu suka ada motor parkir.
Selidik-selidik, sepertinya malingnya kesiangan, stang motor juga belum dibuka, masih mengunci.
Dia bingung mau bawa kemana jalannya. Tidak ada jalan lain selain lewat rumah kita lagi, sedangkan saat itu banyak sekali orang lalu-lalang di jalan ini, yang kerja, dll. Mungkin dia menunggu sampai malam lagi untuk ambil motor itu.
Tadinya mau dipancing oleh satpam, tapi tidak jadi, sudah kita bawa lagi motornya jd berlumpur, plat nomor lepas, tapi ALhamdulillah masih utuh semua.
Kata mamiku (bukan maksud ujub), "Teteh udah baik sama orang tua, suka bantu banyak orang, piraku(dalam bahasa sunda, artinya masa sih) Allah ngga bantu teteh. Asa (seperti) yang aneh, tapi da bagi Allah mah ngga ada yang aneh. Masih rezeki teteh, harus dijaga lagi, digembok, dst.."
Satpam, semua tetangga juga bilang, ini persitiwa yang aneh. Seumur-umur baru kali ini katanya.
Ya, Alhamdulillah Allah masih percaya kepada kita. Kita masih dititipin motor untuk mempermudah transportasi, usaha, dll. Tinggal kita bagaimana menjaganya juga.
Ya.. semua ada hikmahnya. Akupun mohon maaf kepada suamiku udah kesal :) tp mungkin wajar, walau baiknya jangan ditiru, ya..
Alhamdulillah.
Ini foto waktu ketemu di sawah, lho..




Sudah sangat lama aku ngga nulis.. begitu banyak cerita.. tetehku yag lupus sudah meninggal aku sudah satu tahun pindah rumah aku punya baby hampir 1tahun umurnya, namanya Ritmyka Nafsya (Ritme, keteraturan kehidupan artinya) aku sudah jadi dosen tetap di YB begitu banyak... Insya Allah, mudah2an bisa aku ceritakan satu-persatu aku harus mulai nulis lagi.. terlalu sibuk di boneka dan kostum dan anak2ku


Sudah lama banget aku ga nulis.. Padahal begitu banyak kisah yang pantas ditulis agar bisa menjadi evaluasi, inspirasi..

Hari ini aku dimulai dengan pergi ke PH-2 (Production House ke-2) kita dengan mmg jaraknya lumayan.. Kemudian kirim paket, dan bertemu temannya sahabatku..

Bagi orang hari-hari mungkin tidak biasa jika senang, tidak biasa jika sedih.. Tapi sebetulnya tiap hari memang tidak biasa jika kita bisa mengambil hikmah dari segalanya..

Hari ini ada 6 orang yang aku renungi.. 2 di PH-2, 1 di jalan, 2 di rumah, 1 lg diriku..

1. Begitu senangnya mendapat pekerjaan ketika aku beri pekerjaan lagi (padahal pesanan/ kerjaannya masih banyak jadwalnya).. Alhamdulillah.. Padahal dulu bingung bagaimana mendapat tambahan, begitu juga aku bingung mencari penjahit lagi.. Allah yang merancang semuanya..
2. Seseorang yang bercerita tentang seseorang yang berubah setelah berkeluarga dan pindah rumah.. Memang rumah tangga begitu banyak ujiannya, tapi semua dari Allah. Ketika sudah berumah tangga, artinya sudah siap mendapat ujian dari rumah tangganya. Sedih juga, tapi bingung mau bantunya bagaimana. Hanya nasihat, doa, karena yang menjalani mereka. Tapi semua memang harusnya tidak pernah berhenti belajar dalam berumah tangga, dalam artian terus belajar melaksanakan kewajiban sebelum menerima hak, belajar mencari ilmu, belajar mengerti pasangan, anak, keluarga, belajar bersikap, dll..
3. Ketika di jalan, aku sekalian kirim paket. Suamiku berhenti di salah satu paket ternama, tapi kecil sekali, akupun tidak melihat.. Kulihat si penjaganya tertidur.. Aku tak tega membangunkan dan ragu karena sepi sekali, jangan-jangan ga sampai paketnya.. Tapi aku disuruh coba.. dan benar, aku kirim salah satu paket hari ini ke Flores, anehnya dia masih manual, jadi bingung ditanya Propinsinya, Kotanya.. waduh.. klo otomatis/ online ga begitu.. Akhirnya kubatalkan, karena penjaganya jgua pusing :) Aku lihat masih 1 paket di belakangnya padahal sudah siang.. Mmm.. rezeki tapi ga kemana.. Mudah2an ada rezeki lain..
4. Ada yang menangis kepadaku.. Seumur-umur belum pernah kulihat dia curhat dan menangis kepadaku, meminta bantuan untuk anaknya.. Akupun menahan air mata yg inginnya ikut menangis seperti beliau.. Aku tahu benar perjuangannya untuk anaknya. Mudah-mudahan aku bisa bantu, tapi doaku untuk beliau semoga selalu diberi kesehatan, ketabahan, dilancarkan segalanya.. Semoga anaknya kelak menyadari perjuangan orang tuanya, bisa membanggakan orang tuanya, dijauhkan dari sikap sombong, dst.. Aamiin..
5. Teman sahabatku datang, ya.. hampir mirip dengan kisah pahitku dulu.. Aku juga mudah2an bisa bantu, tapi yang pasti aku berharap semoga temanku ini sabr, bangkit, berusaha untuk bangkit, lebih bangkit lagi, terus mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah memang tidak pernah mendzolimi hamba-hamba-Nya.. Allah sayang kepada kita..
6. Sahabatku, yang dulu aku pernah cerita juga.. Sudah hampir 2tahun diberi ujian sakit Lupus.. Tadi kutelpon karena sudah lama tidak bersua, tidak kontak2.. Ternyata sedang drop lagi.. Terakhir kulihat, tetehku yang sudah kurus sepertinya tinggal tulang.. Dia ingin tolong dibuatkan bantal cinta warna coklat.. Insya Allah, ya, teh..
6. DIRIKU sendiri.. Dari semua kisah lamaku, dari semua apa yang sudah kualami, sedang kualami, apa yang kuliaht, apa yang kutahu, kurasa.. Sudah seharusnyalah aku sangat bersyukur atas semuanya.. kalau kita selalu melihat ke atas, di atas langit ada langit, kita tidak akan pernah puas.. Lihat sekitar, lihat diri kita.. Begitu banyak kasih sayang Allah, rahmat Allah..

Setiap kita punya ujian masing-masing.. Memang begitulah hidup.. Hidup hanya sebentar.. Sebentar ini bagaimana dimaksimalkan.. Hidup ini untuk ibadah, kan.. Semua yang kita lakukan hanya untuk ibadah.. Ya kerja, ya masak, ya makan, dan lain-lain..

Merenung dan bersyukur..

Istighfar dan Hamdallah..


Kemarin ada temanku yang minta sharing cerita perjalanan usahaku. Katanya dia juga mau buka usaha, dll..
Memang banyak juga yang minta cerita, dll. Ga akan cukup satu kali aku cerita.. Sambil jalan aja, ya...

Saat ini aku punya usaha : bonekatangan.com, kostumanak.com, musikangklung.com, dan bbrp toko sampingan lainnya. Usahaku baru berjalan satu tahun lebih. Awal mulanya 2tahun lalu, aku ingin beli boneka tangan untuk anakku, Nada. tapi cari agak susah, modelnya juga sedikit banget variasinya, dan yang paling gimana gitu..adalah harganya mahal.

Aku kebetulan suka banget boneka tangan karena mungkin basic-ku di PGTK dan pendidikan anak. Padahal aslinya aku sarjana pendidikan Kimia UPI..Klo temen2 yang ga tau aku kuliah lagi, pasti heran kenapa aku jadi bisnis boneka, bukannya ngajar. Tapi itu pilihanku.Jadi dosen di PGTK dan bisnis.

Nah..lanjut. Aku ingin banget buat : "Boneka tangan lucu, variatif, bermanfaat, dan yang pasti harga murah!" Itu aja konsep awalnya.

Mulai deh aku coba tanya ke produsen boneka di deket rumah, karena sentra boneka kan di Sayati, dekat rumahku. Dengan modal awal 250ribu, aku coba buat boneka tangan dengan berbagai bentuk binatang, Alhamdulillah laku aku jual ke teman-temanku di PGTK. Tapi yang bingung ketika akan order lagi, tempat produksinya selalu penuh, sedangkan aku pesan tidak banyak karena modal terbatas, padahal aku yakin Insya Allah peluangnya sangat besar karena memang belum ada yang membuat dengan banyak variatif.

Aku berdoa, tahajud, minta petunjuk agar bisa jalan usaha boneka tangan ini. Alhamdulillah, Subhanallah Allah memberi petunjuk untuk terus membangun produksi boneka tangan dengan harga terjangkau, model bervariatif. Awalnya aku jualan ke TK-TK, keliling.. Kadang jalan, kadang naik motor pinjaman atau motor suami kalau tidak dipakai.. dan aku jualan sambil membawa Nada (anakku yang saat ini belum bisa berjalan, sekarang 2.5tahun). Panas-panas, berat.. Allahu Akbar kalau ingat perjuangannya. Tapi Alhamdulillah setiap TK yang aku kunjungi membeli (entah kasian karena aku bawa baby... :) ). Semua bilang mereka mencari dan sulit.

Alhamdulillah aku tidak lama offline, lalu jual online. Site pertamaku:
dari site itu, Alhamdulillah lumayan orang mulai mengenal, dengan produk masih buatan orang lain. Hingga temanku di detik.com meliput boneka tanganku karena memang baru. Lama-kelamaan kita produksi sendiri, desain aku sendiri.
kemudian aku buat Multiply:
kemudian buat co.cc : www.bonekajari.co.cc (tapi sudah habis berlakunya, tidak dilanjutkan karena agak ribet)
kemudian buat
dan beberapa blog
Alhamdulillah orang semakin mengenal.. dari bahan dan model yang terus kita perbaiki.
hingga Trans TV, Global TV, media lain Alhamdulillah tertarik untuk meliput, menggunakan produk-produk kita.

Alhamdulillah dari boneka tangan, aku kembangkan ke kostum anak, karena memang banyak yang mencari juga aneka kostum binatang dengan bahan bulu tapi harga terjangkau, bisa pesan sesuai keinginan juga. Dari kostum binatang, baru beberapa bulan ini dikembangkan ke kostum aneka putri, profesi, apapun kostum Insya Allah kita usahakan. Selanjutnya kita buat

Memang suka dukanya di dunia online ada saja.. Terutama produk kostum, karena sering kali mendadak, dst.. Lumayan juga kalau dibilang stress dengan jadwal karena kostum mau dipakai.. tapi menikmati :)

Kalau bicara omzet, Alhamdulillah.. walau masih kalah dengan toko OL lain.. Alhamdulillah berapa kali, berapa belas kali, atau berapa puluh lipat dari gaji PNS, ya.. :) Rahasia, ya.. :) (maaf.. karena banyak sekali org yg bertanya knp ga jadi PNS guru Kimia saja..) Yang pasti Alhamdulillah.. bisa bisnis di rumah, bisa masak, bisa menyusui anakku hingga 2tahun, bisa ngajar, bisa urus suami, bisa belanja, eh2.. dll..Katanya enakan 'pas-pasan', ya.. Pas butuh pas ada.. :)

So.. peluang besar bagi siapapun, ibu-ibu yang bingung mencari tambahan.. Ayo.. berapa banyak TK/ PAUD/keluarga di sekitar kita????


Hari Kamis minggu lalu, tepat sehari sebelum Idul Adha, aku jatuh dari motor.
Ceritanya, memang hari itu..Malah udah beberapa hari aku agak aneh naik motor..Mungkin lelah juga. Alhamdulillah hari itu aku ga bawa Nada. Biasanya, Nada selalu aku bawa naik motor digendong di depan.
Hari itu, Kamis..Kebetulan ada jadwal ketemu dengan klien, salah satu agenku dari Jakarta. Agenku ini sahabatku waktu kuliah dulu di Pend.Kimia UPI. Kebetulan setelah dia pulang, tasnya tertinggal di rumah. Akupun antar tasnya ke toserba dekat rumah, kita janjian di sana. Pulang dari sana, aku sempat bilang ke diriku, " Hari ini gw nyetirnya jelek banget!".
Memang jadwal hari itu full banget..Pagi antar/ kirim paket, ketemu klien, dan ada jadwal ngajar di PGTK sorenya. Tadinya memang agak malas ngajar karena asli...lelah banget, tapi hari itu jadwal kuliah terakhir. Aku harus kasih tau mahasiswaku jadwal UAS, kisi2, dll..
Kebetulannya, suamiku ga kerja hari itu, Nada yang lagi tidur, ga aku bawa, tapi ditinggal di rumah dengan suamiku.
Saat aku pergi, mamiku udah bilang, jangan kemana2..pulang aja, lagi musim hujan. Terus suamiku juga bilang, udah ga usah ngajar, di rumah aja, takut hujan. Tapi aku harus pergi..Akhirnya aku pergi.
Setelah ngajar, aku harus cek pekerjaan pesanan ke tukang jahitku.. Nah..pulang dari sana..Padahal udah deket rumah.
Di depanku ada motor, 'ngagokan' alias bikin kagok, aku ngerem dalam kondisi hujan kecil, tapi kaya'nya cuma rem depan, jadi motor Beat biruku jatuh ke kanan, aku jatuh juga..Motor meluncur ke depanku sekitar berapa ya..jauh banget di depanku..Pas jatuh, rasanya kaya terbang..Asli..Jeduk!!Kaki kanan memang langsung sakit banget..Aku takut patah. Saat jatuh, langsung ada orang yang gotong aku ke pinggir jalan, ke toko DVD bajakan di pinggir jalan. Aku sempet meringis sakit. Aku duduk kaki selonjor, coba gerakin kakiku. Ternyata Alhamdulillah bisa. Artinya kakiku ga apa2 (karena beberapa kali aku pernah patah jari, jadi tahu rasanya klo patah). Pas dilihat..Mmm..sepatu pantofelku bolong, ampe ke kaus kaki. Telapak tanganku berdarah. Aku langsung diberi minum oleh yang punya toko. Aku langsung minum, lumayan banyak..Tapi aku langsung ingat, hari itu terakhir shaum. Aku langsung bilang, "Astaghfirullah, maaf, pak, saya lagi shaum." Padahal tadi udah minum, eh2.. Alhamdulillah rezeki :)
Udah agak tenang.. Aku langsung telpon suamiku.
Kebetulannya lagi, Allah sudah men-setting, adikku lagi mampir ke rumah, jadi Alhamdulillah Nada ada yang jaga. Alhamdulillah.
Suamiku langsung jemput aku. Aku langsung pulang. Motornya dititip bentar, diambil adikku setelah aku di rumah.
Ketikaku pulang, aku langsung dibasuh oleh suamiku, tapi pekerjaan tetap jalan, masak, mimiin Nada, mandiin Nada, semua dengan kaki yang sakit. Sampai sekarang masih belum normal. Kalau minggu lalu masih ga bisa nginjek, sekarang agak mending, tapi masih linu, rasanya masih tegang banget, tapi tetep harus mobile, jadi ya..paksain aja..

Ketika cerita ke mami, semua bilang, memang udah ada feelling. Mami..suamiku..Bahkan tukang jahitku. Lihat aku mungkin lelah, tapi memang sedang kaya' yang gurung gusuh.

Tapi memang hari itu aku harus pergi.. Semua sudah takdir..

Bicara tentang takdir, kita tahu bahwa ada qada dan qadar Allah. Qada adalahketentuan Allah yang sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah, seperti kelahiran, kematian, jodoh, dll. Sedangkan qadar adalah ketentuan Allah yang masih ada kemungkinan untuk berubah jika diusahakan oleh manusia itu sendiri.

Ketika manusia mengalami kecelakaan, memang itu sudah takdir Allah. tapi semua pasti ada penyebabnya. Entah itu kita lalai, tidak hati2, atau terburu, dll.. Aku juga.. Asli aku ga membayangkan bisa begitu, aku dimana, motor dimana, bisa jatuh gitu.. Tapi kalau aku lebih hati2, ngerem juga pakai dua tangan, mungkin ga akan kecelakaan.

Masih banyak orang yang celaka karena ulah mereka sendiri, kelalaian sendiri. Ada yang karena mabuk, dll.. Na'udzubillah..

Yang pasti, kita harus introspeksi, evaluasi dan memperbaiki diri..

Engkau sedang mengingatkanku ya .. Allah... Alhamdulilllah.. Astaghfirullahaladzim.
Mohon bimbingan-Mu selalu ya Allah.. Aamiin..


Baru seminggu mungkin suamiku sedang sering bertemu dengan seseorang, yang ternyata memang Subhanallah..Mantan eksekutif, mantan komisaris di berbagai perusahaan. Akupun membaca profil beliau di salah satu media cetak di Jakarta. Namun karena satu lain hal, beliau berani mengundurkan diri, dan hendak membangun bisnis baru di Bandung, salah satunya dengan suamiku. Mau ikut bisnis? Tunggu dulu, ya..masih dirintis. Mudah2an saja berhasil. Aamiin.
Nah...Beliau ini bernama Pak Waryono. Walau bukan lulusan S-1, apalagi S-2, dst.., tapi Subhanallah, beliau pernah berpenghasilan minimal 100 juta per-bulan. Beliaupun banyak mendidik orang-orang sukses. Marketingnya Subhanallah. Aku tidak mau, dan juga memberitahu suamiku untuk jangan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk saranan belajar kepada beliau. Beliaupun tidak pelit, bahkan ke suamiku tidak sayang memberi file-file motivasi, marketing untuk dipelajari.
Walaupun katanya, jangan disebarluaskan/ diperjualbelikan, aku membaca salah satu slide beliau, dan aku ingin berbagi di sini. Mungkin ada yang pernah dengar/ baca, ya..ga apa2..
Judulnya : Antara Wortel, Telur dan Biji Kopi
1. Siapkan 3 panci kecil berisi air, kemudian rebus air tersebbut.
2. Masukkan ke masing-masing panci itu, wortel, telur dan biji kopi yang telah dihaluskan sebelumnya.
3. Tunggu sebentar.

Lho..Kok jadi resep, ya..:) Tenang ada lanjutannya..

Selanjutnya perhatikan dan bandingkan ketiga bahan tersebut.
1. Wortel yang asalnya keras, menjadi lunak setelah direbus.
2. Isi telur yang asalnya cair, menjadi padat/ keras setelah direbus.
3. Biji kopi yang telah dihaluskan setelah direbus ternyata mengubah air menjadi berwarna hitam dan baunya harum, khas kopi.

Sekarang, kita asosiasikan air rebusan itu adalah kehidupan, dan ketiga bahan itu adalah kita.
Mau menjadi bahan seperti apakah kita?
1. Mau menjadi orang yang keras, kuat, namun ketika ada ujian, selanjutnya lemah?
2. Mau menjadi orang yang lemah, tapi ketika ada ujian, selanjutnya menjadi keras hati, tidak mau menerima pendapat orang lain, antipati?

atau 3. Mau menjadi orang yang bisa berpengaruh terhadap lingkungan sekitar, membuat positif orang, tetap wangi dengan berbagai ujian, tidak mudah terpengaruh dan berubah negatif?

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu tabah, sabar, tetap menjadi orang yang 'Laa Tahzan'..Bisa terus memberi kepada orang sekitar. Aamiin.

Memang..banyak analogi, banyak pendapat, mungkin ada juga yang tidak setuju..Tapi bagiku, pagi ini aku dapat satu lagi embun-penyejuk..


Hari ini aku betul-betul tidak sadar...Tenang..Tidak sadarnya bukan sakit atau apa, tapi karena tidak sadar menggunakan barang yang bukan milikku.
Belakangan ini aku sedang memikirkan produksi boneka tangan, pengembangannya, juga penggalangan dana bagi produksi boneka tangan untuk membantu program Trauma Healling anak-anak korban gempa Bandung Selatan.
Setelah aku memberi ASI dan Nada Tazkiya, anakku tidur, aku langsung pergi untuk beli bahan boneka tangan edisi baru, pesanan TK-TK di Bandung. Entah kenapa, akupun heran. Padahal seingatku, aku menggunakan helm hitam aku.
Sebelum membeli bahan, aku pergi ke kantor FIF untuk bayar motorku. Setelah selesai, aku keluar, ambil jas hujan karena hujan, aku heran, kenapa helmku jadi warna biru. Aku tanya ke tukang parkir, "Pak, lihat helm saya yang warna hitam?"
"Emang kenapa, Teh?"
"Iya, helm saya tadi warna hitam, kenapa jadi warna biru. Da saya ga punya helm warna biru di rumah."
Tukang parkirnya bingung juga, "Aduh..kemana ya.. Seumur-umur saya belum pernah kejadian gini. Perasaan helm-nya ya itu aja. Apa tadi ketuker sama yang di sebelah, gitu?"
"Aduh..saya juga ga tau..Masalahnya ini juga bukan helm punya saya."
Karena ga enak, tukang parkirnya meminjamkankuhelm-nya, dan helm biru itu disimpan di sana barangkali ada orang yang tertukar. Diapun meminta nomor teleponku. Akupun meng-iyakan, dan langsung pergi beli bahan.
Sesampainya di rumah, adikku langsung bilang, "Teh, tadi pake helm-nya pak Asep, ya?" (Pak Asep, teman lamaku yang aku tinggal karena ada urusan dengan adikku)
"Ha??Pak Asep? Helm teteh yang item ilang."
"Ga, orang ada juga. Tadi pak Asep cari-cari helmnya yang biru ga ada, jadinya sekarang pake helm teteh."
Astaghfirullahaladzim... Bisa segitunya
Aku, ayah juga jadi tertawa hampir sepanjang sore ini. Menertawakan diriku yang betul-betul ga sadar.
***
Kadang kita terlalu fokus atau sedang melamun, sehingga dunia di sekitar kita tidak begitu kita perhatikan betul.
Fokus perlu, sangat perlu. Melamun juga kadang perlu, lho! Bahkan ada penelitian tentang melamun.

"Melamun seringkali dinilai sebagai pekerjaan yang buruk, sama seperti kemalasan atau kecerobohan. Namun hasil studi kami memperlihatkan bahwa otak akan bekerja aktif pada saat seseorang melamun. Bahkan lebih aktif dibandingkan pada saat kita fokus mengerjakan pekerjaan rutin," kata ketua tim riset Kalina Christoff, ahli psikologi dari University of British Columbia (UBC).

"Pada saat Anda melamun, Anda tidak bisa segera mencapai apa yang diinginkan. Namun pikiran Anda akan memanfaatkan saat itu untuk menyampaikan pertanyaan terpenting dalam hidup Anda," kata Christoff.

Tapi yang pasti...Fokus kepada Allah, jangan lupa bahwa segala aktivitas dalam rangka beribadah kepada Allah. Begitu pula melamun, jika perlu. Melamun yang baik bukan pikiran kosong atau pikiran kotor, misalnya. Tapi merenung, membayangkan, memplanning sesuatu, aku pikir boleh-boleh saja. Insya Allah dari lamunan itu ada hasilnya.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Di dalam buku fenomenalnya yang berjudul “Kunci Kebahagiaan”, dia orang menjelaskan bahwa bahan perenungan yang utama itu ada empat. Pertama, tujuan yang disukai dan ingin diwujudkan. Kedua, jalan yang mengantarkan kepada tujuan tersebut. Ketiga, mudharat yang dibenci dan tidak diharapkan terjadi. Keempat, jalan yang menyebabkan timbulnya mudharat tersebut. Keempat hal itu sangat erat kaitannya dengan Tuhan Semesta Alam. Kenapa? Karna tujuan yang hakiki adalah hanya pada Allah SWT.


Sesungguhnya Allah SWT menjamin seluruh rezeki makhluk-Nya. Mulai dari yang melata hingga manusia yang sempuma (QS. 11:6 dan QS.41:31)

***
2 hari lalu aku melihat hal yang bagiku itu Subhanallah..
***
Sudah hampir satu tahun aku menjadi produsen dan distributor boneka tangan dan jari. Alhamdulillah beberapa minggu lalu ada pesanan boneka jari lumayan, 400 buah. Akupun langsung memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahku untuk turut membantuku, tentu saja ada honor setiap jahitannya, karena memang saya tidak akan sanggup mengerjakan sendiri, apalagi diburu waktu.
Ibu-ibu yang mayoritas ibu rumah tangga, sangat senang mendapat tambahan penghasilan dari pekerjaan sambilan ini. Alhamdulillah.
Di antara ibu-ibu itu, ada sahabat mamiku. Anaknya teman sebayaku. Ibu ini seorang janda, suaminya telah meninggal mungkin hampir 10 tahun lalu. Beliau tinggal bersama anak semata wayangnya, laki-laki. Ibu ini sering mendoakanku semoga aku terus dapat pesenan. Aamiin. Karena, ya itu..Beliau senang bisa ada tambahan penghasilan, ya itu tadi...Untuk biaya sehari-hari.
***
Sore itu sahabatku datang, memberi sumbangan untuk membantuku produksi boneka tangan dan jari bagi Program Trauma Healling Korban Gempa Bandung Selatan. Ketika aku mengantarnya pulang, di pintu pagar, kulihat ibu tetanggaku itu baru pulang membawa bungkusan plastik belanjaan dari warung.
Memang bukan GR, tapi aku tahu kondisi ibu itu dari mami. Baru saja aku memberi uang, upah menjahit boneka jari, dan selanjutnya kulihat ibu itu pulang belanja.
Memang hal yang mungkin biasa saja..Tapi saat itu..Subhanallah.
1. Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap hamba-hamba-Nya yang berusaha, dengan berbagai jalan-Nya.
2. Alhamdulillah Allah telah memberiku kesempatan untuk dapat menjadi jalan rezeki bagi ibu itu, dan yang lainnya.
3. Ingin sekali aku bisa membantu banyak orang. Mungkin belum bisa memberi banyak, tapi setidaknya ada yang bisa aku bantu, aku beri, bagi setiap orang yang mau berusaha. Aamiin.




Kemarin aku dapat cerita dari si ayah. Waktu mau ke Majalaya, ayah lewat jalan Soekarno-Hatta yang sedang macet-macetnya. Apalagi sekarang sedang ada perbaikan jalan atau saluran air... Ketika sedang macet-macetnya, orang-orang yang menggunakan motor, yang sudah ingin cepat, jalan melalui trotoar. Mereka naik ke trotoar satu-persatu, hingga trotoar penuh dengan barisan motor... Ayah tetap tidak tergoda naik trotoar, melainkan terus melewati jalan raya, walaupun macet. Ternyata eh ternyata...Barisan motor semakin panjang, dan tidak maju-maju. Ayah heran kenapa tidak maju-maju, ternyata setelah ayah maju di jalan raya, bersebelahan dengan yang lewat trotoar, di depan trotoar itu ada lubang yang tidak bisa dilalui, sehingga motor-motor itu tidak bisa maju ataupun mundur... Ayahpun maju...sambil terkekeh-kekeh...
Aku yang mendengar cerita itu tertawa...Lucu...
Mmmm... Ada point yang bisa kita ambil... (^_^) Masih kebayang..Lucu... Tapi gini...
Trotoar adalah jalan bagi pejalan kaki, sedangkan kendaraan bermotor harus jalan di jalan raya, bukan jalan di jalannya para pejalan kaki. Seringkali hal-hal sepele terabaikan. Mengapa kita tidak bersabar sebentar...Seperti suamiku, Alhamdulillah... Toh akhirnya bisa lewat juga... Coba kalau ikut mengambil hak para pejalan kaki, udah ga bisa maju atau mundur, orang-orang yang berjalan di trotoar jadi terganggu... Kan jadi tidak sesuai dengan porsi seharusnya, semuanya.
Hati-hati dengan hak orang lain. Jika orang tersebut tidak ikhlas, kita akan berdosa.
Kataku ke ayah, lebih lucu lagi kalau ternyata ayah ikut di barisan motor itu, atau bahkan sangat lucu kalu ternyata ayah adalah leader, yang pertama naik trotoar itu...Eh2...